Pada post kali ini saya akan memberikan contoh tentang analisis sebuah novel. Novel yang saya ambil sebagai contoh adalah novel karangan Dewi Lestari yaitu "Supernova Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh"
a.
Judul :
Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh
b. Jenis
Buku : Novel
c. Kategori :
Fiksi
d. Pengarang :
Dewi Lestari
e. Penerbit
: PT Bentang Pustaka
f. Tebal
: 322 halaman
g. Ukuran
: 21 x 13,5 cm
h. Tahun
Terbit : 2016
i.
Cetakan : Kedua belas
j.
Tempat Terbit : Yogyakarta
k. ISBN
: 978-602-8811-72-9
I.
SINOPSIS
Dimas dan Reuben
pertama kali bertemu pada musim panas di Washington D.C. mereka berdua adalah
pasangan gay, yang kebetulan sama-sama kuliah di negeri Paman Sam. Hanya saja,
latar belakang orang tersebut berbeda. Dimas berasal dari keluarga kaya dan
tergabung dalam geng orang kaya dari Indonesia. Sedangkan Reuben, dia adalah
mahasiswa kedokteran yang dapat sekolah ke luar negeri berkat mahasiswa. Di
ulang tahun yang kesepuluh mereka, mereka mempunyai gagasan untuk membuat karya
yang fenomenal. Maka, mereka kemudian memutuskan untuk membuat sebuah fiksu,
yang terinspirasi dari dongen Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Dalam fiksi mereka,
dihadirkan empat orang tokoh yaitu Ferre, Rana, Arwin, dan Diva. Novel ini
bercerita tentang Ferre dan Rana yang saling mencintai. Akan tetapi, hubungan
itu, terhalang oleh suami Rana yaitu Arwin. Akhirnya, Rana memutuskan untuk
tetap bersama Arwin. Sedangkan Ferre, menemukan pujaan hatinya yang baru yaitu
Diva seorang pelacur.
II.
Unsur Intrinsik
1.
Tema : Cinta
Novel
ini menceritakan Dimas dan Reuben seorang homoseksual yang sedang merayakan
hubungan mereka ke sepuluh tahun dengan menciptakan novel tentang hubungan
cinta terlarang Ferre dan Rana yang terlarang.
2.
Tokoh dan penokohan :
a. Reuben
a) Cerdas
Hal ini
terlihat dari pandangan-pandangannya mengenai segala sesuatu.
b) Semangat tinggi
Hal ini
tercermin dalam petikan “Si indo Yahudi yang bersemangat tinggi yang selalu
sibuk menggabung-nggabungkan ....”
b.
Dimas
a) Romantis
Hal ini
dapat terlihat dari kesukaannya pada puisi.
b) Jujur
Hal ini
dapat dibuktikan ketika dia mengaku sebagai seorang gay kepada Reuben.
c) Keras hati
Hal ini
dapat terlihat dalam petikan “Dimas terkesiap. Tak pernah ia melihat Reuben
begitu keras hati.”
c. Ferre
a) Suka
berbohong
Hal ini terbukti pada petikan “ia bohong pada Ale.
Ia tak menyentuh pekerjaannya ...”
b) Romantis
Hal ini dibuktikan dengan adanya lirik-lirik puisi
romantis yang dia buat untuk Rana.
c) Tegar
dan gigih
hal ini ditunjukkan dengan latar belakangnya yang
cukup rumit. Namun, dia bisa melewati hal yang rumt itu dengan sukses.
d) Gegabah
Hal ini terlihat dia mau bunuh diri ketika Rana
kembali dengan Arwin.
d. Rana
a) Jujur
Hal ini
tercermn dalam kutipan “Jujur saja, akibat pemberitahuan anda yang mendadak
...”
b) Humoris
Hal ini
dibuktikan dengan reaksinya ketika menjawab. Mengapa logo majalah adalah
kupu-kupu.
c) Aktif dan ceria
Hal ini
terlihat dari petikan “Gadis belasan tahunyang aktif dan ceria. Jarang membuat
masalah.”
d) Cengeng
Hal ini
dapat terlihat ketika Rana menangis diam-diam dari suaminya.
e.
Arwin
a) Santun
Hal ini
terbukti dalam petikan “Ia bertemu Arwin. Pria santun dari keluarga ningrat
berusia tujuh tahun lebih tua.”
b) Perhatian
Hal ini
dibuktikan ketika Rana diam. Dia bertanya apakah Rana sehat atau tidak.
c) Pasrah
Hal ini
dapat dibuktikan dengan pasrahnya dia ketika mengetahui istrinya mencintai
laki-laki lain.
f. Diva
a) Dingin
Hal in dibuktikan dengan petikan “gadis ituu
dijuluki Si Pahit. Tidak terlalu ramah, tidak juga terlalu judes, tapi ia
dingin. Dingin yang mengerikan.”
b) Terbuka
Hal ini dapat terlihat dalam petikan “belum lagi
yang sadis, tanpa tadeng aling-aling.”
c) Profesional
Hal ini terlihat dari petikan “Tapi, ia memang
sangat profesional. Tak pernah mengeluh dan selalu tepat waktu.”
d) Pintar
Hal ini terlihat dalam petikan “Kalau saya
lihat-lihat kamu lebih pintar daripada CEO saya.”
3.
Latar :
a. Latar
Tempat
a) Washington
D.C.
Hal ini dapat dibuktikan dalam petikan “sepuluh tahun
yang lalu, merekabertemu di Georgetown, tepat di bawah plang ...”
b) Jakarta
Hal ini dterlihat dalam petikan “Semilir angin ibu
kota yang hangat menyusup masuk lewat celah jendela ruang tengah Reuben. Sebuah
rumah simpel di daerah selatan Jakarta.”
c) Rumah Ferre
Hal ini dapat dilihat pada kalimat ‘seusai memasuki
garasi rumah ...
b. Latar
Waktu
a) Musim
panas
hal ini dapat terlihat dalam petikan “Namun, hal ini
memang berbeda. Semangat musim panas sanggup membuat seseorang berbuat di luar
kebiasaan.”
b) 1991
Hal ini terdapat pada bagian sebelum judul episode.
c) 2001
Hal ini terdapat pada bagian sebelum judul episode.
c. Latar suasana
a) Kaget
Hal ini terlihat dari kalimat ‘seperti disengat tawon,
ia terlonjak dari tempat duduknya. Tawon itu adalah suara Arwin.’
b) Menegangkan
Hal ini terlihat dari kalimat ‘seklias, re melihat
pantulan dirinya di gagagng pistol yang mengilap. Ia pun tersenyum. Mengerikan, El Maut ternyata cukup gagah
untuk seorang Kepala Fepartemen Alam Kubur.’
4.
Sudut pandang :
Pengarang menggunakan sudut pandang
orang ketiga, karena halaman pertama terdapat kalimat ‘... mereka bertemu di
Georgetown...’
5. Gaya bahasa :
a. metafora
lebih
dari tiga lusin yang pernah ditawarkan untuk dipakai. (hal 27)
b. hiperbola
hasil
publisitas mulut ke mulut akan sangat dashyat (hal 30)
5.
Alur :
Alur campuran. Hal
ini terbukti ketika sebagai awalan dihadirkan kejadian sepuluh tahun silam,
kemudian kembali lagi ke kejadian sekarang. Lantas kejadian mengingat masa lalu
pun dilakukan oleh Rana, yang mengingat masa-masa pertemuan awal dengan Arwin.
6.
Amanat :
1. Berkaryalah selagi kau masih bisa berkarya
2. Jangan melanggar perintah Tuhan YME
3. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi masalah
4. Menyelesaikan masalah dengan kepala dingin lebih mudah
daripada menggunakan amarah
III.
Unsur Ekstrinsik
1.
Nilai Moral :
Sifat tidak pantang
menyerah dari tokoh Ferre dalam menghadapi persoalan cintanya.
2.
Nilai Pendidikan :
Carilah
ilmu sampai ke negeri China, hal ini terlihat dari tokoh Dimas dan Reuben yang
memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
