Saturday, 25 March 2017

Assalamu'alaikum Wr Wb

Pada post kali ini saya akan memberikan contoh tentang analisis sebuah novel. Novel yang saya ambil sebagai contoh adalah novel karangan Dewi Lestari yaitu "Supernova Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh"



a.       Judul                           : Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh
b.      Jenis Buku                   : Novel
c.       Kategori                      : Fiksi
d.      Pengarang                   : Dewi Lestari
e.       Penerbit                       : PT Bentang Pustaka
f.       Tebal                           : 322 halaman
g.      Ukuran                        : 21 x 13,5 cm
h.      Tahun Terbit                : 2016
i.        Cetakan                       : Kedua belas
j.        Tempat Terbit              : Yogyakarta
k.      ISBN                           : 978-602-8811-72-9

I.                   SINOPSIS
Dimas dan Reuben pertama kali bertemu pada musim panas di Washington D.C. mereka berdua adalah pasangan gay, yang kebetulan sama-sama kuliah di negeri Paman Sam. Hanya saja, latar belakang orang tersebut berbeda. Dimas berasal dari keluarga kaya dan tergabung dalam geng orang kaya dari Indonesia. Sedangkan Reuben, dia adalah mahasiswa kedokteran yang dapat sekolah ke luar negeri berkat mahasiswa. Di ulang tahun yang kesepuluh mereka, mereka mempunyai gagasan untuk membuat karya yang fenomenal. Maka, mereka kemudian memutuskan untuk membuat sebuah fiksu, yang terinspirasi dari dongen Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh.
Dalam fiksi mereka, dihadirkan empat orang tokoh yaitu Ferre, Rana, Arwin, dan Diva. Novel ini bercerita tentang Ferre dan Rana yang saling mencintai. Akan tetapi, hubungan itu, terhalang oleh suami Rana yaitu Arwin. Akhirnya, Rana memutuskan untuk tetap bersama Arwin. Sedangkan Ferre, menemukan pujaan hatinya yang baru yaitu Diva seorang pelacur.


II.       Unsur Intrinsik
1.      Tema : Cinta
Novel ini menceritakan Dimas dan Reuben seorang homoseksual yang sedang merayakan hubungan mereka ke sepuluh tahun dengan menciptakan novel tentang hubungan cinta terlarang Ferre dan Rana yang terlarang.

2.      Tokoh dan penokohan :
a.      Reuben
a)         Cerdas
Hal ini terlihat dari pandangan-pandangannya mengenai segala sesuatu.
b)         Semangat tinggi
Hal ini tercermin dalam petikan “Si indo Yahudi yang bersemangat tinggi yang selalu sibuk menggabung-nggabungkan ....”
b. Dimas
a)         Romantis
Hal ini dapat terlihat dari kesukaannya pada puisi.
b)         Jujur
Hal ini dapat dibuktikan ketika dia mengaku sebagai seorang gay kepada Reuben.
c)         Keras hati
Hal ini dapat terlihat dalam petikan “Dimas terkesiap. Tak pernah ia melihat Reuben begitu keras hati.”
c. Ferre
a)         Suka berbohong
Hal ini terbukti pada petikan “ia bohong pada Ale. Ia tak menyentuh pekerjaannya ...”
b)         Romantis
Hal ini dibuktikan dengan adanya lirik-lirik puisi romantis yang dia buat untuk Rana.
c)         Tegar dan gigih
hal ini ditunjukkan dengan latar belakangnya yang cukup rumit. Namun, dia bisa melewati hal yang rumt itu dengan sukses.
d)         Gegabah
Hal ini terlihat dia mau bunuh diri ketika Rana kembali dengan Arwin.
d. Rana
a)         Jujur
Hal ini tercermn dalam kutipan “Jujur saja, akibat pemberitahuan anda yang mendadak ...”
b)         Humoris
Hal ini dibuktikan dengan reaksinya ketika menjawab. Mengapa logo majalah adalah kupu-kupu.
c)         Aktif dan ceria
Hal ini terlihat dari petikan “Gadis belasan tahunyang aktif dan ceria. Jarang membuat masalah.”
d)         Cengeng
Hal ini dapat terlihat ketika Rana menangis diam-diam dari suaminya.


e. Arwin
a)         Santun
Hal ini terbukti dalam petikan “Ia bertemu Arwin. Pria santun dari keluarga ningrat berusia tujuh tahun lebih tua.”
b)         Perhatian
Hal ini dibuktikan ketika Rana diam. Dia bertanya apakah Rana sehat atau tidak.
c)         Pasrah
Hal ini dapat dibuktikan dengan pasrahnya dia ketika mengetahui istrinya mencintai laki-laki lain.
f.  Diva
a)         Dingin
Hal in dibuktikan dengan petikan “gadis ituu dijuluki Si Pahit. Tidak terlalu ramah, tidak juga terlalu judes, tapi ia dingin. Dingin yang mengerikan.”
b)         Terbuka
Hal ini dapat terlihat dalam petikan “belum lagi yang sadis, tanpa tadeng aling-aling.”
c)         Profesional
Hal ini terlihat dari petikan “Tapi, ia memang sangat profesional. Tak pernah mengeluh dan selalu tepat waktu.”
d)         Pintar
Hal ini terlihat dalam petikan “Kalau saya lihat-lihat kamu lebih pintar daripada CEO saya.”
3.      Latar :
a.    Latar Tempat
a)            Washington D.C.
Hal ini dapat dibuktikan dalam petikan “sepuluh tahun yang lalu, merekabertemu di Georgetown, tepat di bawah plang ...”
b)           Jakarta
Hal ini dterlihat dalam petikan “Semilir angin ibu kota yang hangat menyusup masuk lewat celah jendela ruang tengah Reuben. Sebuah rumah simpel di daerah selatan Jakarta.”
c)            Rumah  Ferre
Hal ini dapat dilihat pada kalimat ‘seusai memasuki garasi rumah ...
b.    Latar Waktu
a)            Musim panas
hal ini dapat terlihat dalam petikan “Namun, hal ini memang berbeda. Semangat musim panas sanggup membuat seseorang berbuat di luar kebiasaan.”

b)           1991
Hal ini terdapat pada bagian sebelum judul episode.
c)            2001
Hal ini terdapat pada bagian sebelum judul episode.
c.            Latar  suasana
a)            Kaget
Hal ini terlihat dari kalimat ‘seperti disengat tawon, ia terlonjak dari tempat duduknya. Tawon itu adalah suara Arwin.’
b)           Menegangkan
Hal ini terlihat dari kalimat ‘seklias, re melihat pantulan dirinya di gagagng pistol yang mengilap. Ia pun tersenyum. Mengerikan, El Maut ternyata cukup gagah untuk seorang Kepala Fepartemen Alam Kubur.’
4.      Sudut pandang :
Pengarang menggunakan sudut pandang orang ketiga, karena halaman pertama terdapat kalimat ‘... mereka bertemu di Georgetown...’

5. Gaya bahasa :
a.    metafora
               lebih dari tiga lusin yang pernah ditawarkan untuk dipakai. (hal 27)
b.    hiperbola
               hasil publisitas mulut ke mulut akan sangat dashyat (hal 30)


5.      Alur :
Alur campuran. Hal ini terbukti ketika sebagai awalan dihadirkan kejadian sepuluh tahun silam, kemudian kembali lagi ke kejadian sekarang. Lantas kejadian mengingat masa lalu pun dilakukan oleh Rana, yang mengingat masa-masa pertemuan awal dengan Arwin.
6.      Amanat :
1.      Berkaryalah selagi kau masih bisa berkarya
2.      Jangan melanggar perintah Tuhan YME
3.      Jangan mudah menyerah ketika menghadapi masalah
4.      Menyelesaikan masalah dengan kepala dingin lebih mudah daripada menggunakan amarah
III.             Unsur Ekstrinsik
1.      Nilai Moral :
Sifat tidak pantang menyerah dari tokoh Ferre dalam menghadapi persoalan cintanya.
2.      Nilai Pendidikan :
Carilah ilmu sampai ke negeri China, hal ini terlihat dari tokoh Dimas dan Reuben yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.